Oleh: Firdaus
Mendengar orang menyebut namanya, maka yang terbayang adalah sosok unik di film boneka Si Unyil, yang sangat populer di tahun 1980-an.
Dikatakan unik, lantaran karakternya pada film yang ditayangkan setiap Minggu pagi itu sangat khas. Kepalanya plontos. Mangkalnya di pos ronda yang selalu dilewati banyak orang. Setiap orang yang minta tolong padanya selalu dimintai uang.
"Cepek dulu..." pintanya dengan intonasi yang terasa didendangkan.
Saking melekatnya karakternya, sejak itu ada dua persamaannya yang kemudian dilekatkan pada sosoknya.
Orang yang plontos dipanggil dengan panggilan Pak Ogah. Orang yang membantu proses kelancaran lalu-lintas, juga disebut sebagai Pak Ogah.
Pak Ogah yang satu ini beda. Saya mengenalnya secara tak sengaja. Ketika itu saya berkunjung ke salah satu kabupaten di Sumbar.

