26 February 2022

Mengelola Pendidikan Islam

Inmemoriam H. Amran Sutan Sidi Sulaiman (2/Tamat)  

Oleh: Firdaus Abie


Berpulangnya H Amran Sutan Sidi Sulaiman ke Rahmatullah, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Sumbar, khususnya dunia usaha dan pendidikan. Jika sebelumnya menulis mengabarkan perihal kakok tangannya di dunia usaha, edisi kali ini akan menggambarkan perihal kepiawaiannya di dunia pendidikan.

Mendirikan sekolah, khususnya pendidikan Islam, tanpa perencanaan, tetapi hadir lantaran sebuah keprihatinan. Terungkap pada buku H Amran Sutan Sidi Sulaiman, Universitas Baiturrahmah, Berkhidmat untuk Kemajuan Bangsa, penulis tulis bersama Khairul Jasmi, bermula karena Haji Amran tertegun saat melintasi jalan di kawasan Taman Melati, Padang.

Ada sebuah mobil berhenti, seorang lelaki berada di belakang setir. Ia amati, pandangannya tidak keliru. Ia benar-benar melihat jelas. Lelaki itu adalah temannya. Haji Amran menghampiri. Benar. Lelaki itu adalah temannya yang baru pulang menunaikan ibadah haji. Haji Amran menggedor bagian belakang sedan yang sedang parkir. Sejenak lelaki itu menoleh. Bergegas ia keluar dan menghampiri Haji Amran.

Lelaki itu menggunakan gamis. Bersorban putih. Pakaiannya bersih dan rapi. Dua orang berteman bertemu tanpa sengaja. Keduanya bicara panjang lebar. Haji Amran kemudian bertanya kepada temannya tersebut, kenapa ia ada di sini?

Satiok Dikakoknyo Kameh

Inmemoriam H. Amran Sutan Sidi Sulaiman (Bagian 1 dari 2 Tulisan):


 Berpulangnya H Amran Sutan Sidi Sulaiman ke Rahmatullah, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Sumbar. Putra Padangpanjang ini merupakan potret nyata  kegigihan seorang laki-laki Minangkabau dalam membangun  bisnis, mengelola dunia pendidikan dan ibadah.

Penulis pernah  dekat dengan orang tua dari dr Rika Amran (Wadir RS Siti Rahmah), dan Fadly Amran (Walikota Padangpanjang) ini, terutama ketika  penulis bersama Khairul Jasmi dipercaya menulis perjalanan 25 Tahun Universitas Baiturrahmah. Perjalanan universitas yang terkenal di bidang kesehatan tersebut, tak bisa dilepaskan dari kakok tangan beliau.

Pada kesempatan ini, penulis menurunkan sebagian kecil perjalanan H. Amran Sutan Sidi Sulaiman yang dikutip dari buku berjudul H. Amran Sutan Sidi Sulaiman, Universitas Baiturrahmah, Berkhidmat untuk Kemajuan Bangsa tersebut. Diterbitkan Yayasan Pendidikan Baiturrahmah. 

“Musik Minang di Tengah Perubahan Zaman”

Oleh: Firdaus Abie*

  

A. Kondisi lagu Minang dari waktu ke waktu:

 

I.                   Dinamis/Mengikuti Perubahan

 

Landasannya:

1.      Jeans Louis Barrault, Seniman Prancis:

Seni adalah revolusi abadi  

2.      Yusaf Rahman, Seniman Indonesia, khususnya Lagu-lagu Minang:

Perubahan di bidang musik diakibatkan peristiwa kontak suatu budaya dengan budaya lain yang datang dari luar, disusul kontak budaya dari dalam yang terjadi alih generasi yang membawa pola berpikir baru.

 

Perempuan Berkerudung Langit

Sebuah novel, berkisah tentang seorang perempuan muda yang terjerat pada cinta pertamanya. Hingga 15 pernikahannya, bayangan lelaki yang "memasung hatinya" masih ada dalam anggannya.

Penulis:  Yuliani MT

Editor: Almah

Proof Editor: Aprilia Nitman

Penata Letak: Isa Saburai

Proofreader Tata Letak: Desy Karmila

Desain Sampul: Mitha Thalia

Penerbit: CV Lintang Semesta Publisher

Halaman: xvi + 253 halaman

 

 Beberapa hal penting yang ditemukan dalam novel Perempuan Berkerudung Langit

 1.      Pembacaan Naskah

·        Cerita kehidupan, yang mungkin saja terjadi pada banyak orang.

·        Sinopsis:

o   Kisah tentang sosok Aku (tokoh utama Aini) yang jatuh cinta pada Syam, tapi tak berjodoh karena orang tua Syam diduga tak menyukai keluarga Aini.

o   Ayah Aini meninggal dunia. Aini diserang sakit yang parah. Disaat Aini menikah, Syam juga menikah di hari yang sama, tapi Syam masih sempat ke acara pernikahan Aini. Kendati sudah menjadi isteri Pras, namun Aini sulit melupakan Syam. Akhirnya mereka bertemu setelah 15 tahun tak bertemu. Keduanya akrab sejenak. Ketika Syam meminta hendak kembali, Aini menolak. Lalu memutuskan tak akan pernah bertemu Syam lagi. Datang sepenuhnya pada Pras yang sempat terabaikan.

 

19 February 2022

Liga Voli Remaja: Sebuah Pelajaran Berharga

Oleh: Firdaus Abie


Ada tiga pertanyaan mengemuka di lapangan. Pertama; mungkinkah menghadapi program jangka panjang, seorang atlet, pelatih dan sebuah klub tidak butuh ivent antara untuk mengukur pencapaian sebuah proses latihan atau pembinaan?

Kedua; apakah untuk  mencapai prestasi, harus tersedia biaya secara lengkap terlebih dahulu, sehingga baru bisa berproses?


Sebelum kita lanjutkan pertanyaan ketiga, ada baiknya kita bahas dulu dua pertanyaan di atas. Berangkat dari kisah berikut.

Suatu ketika, saya bertemu sahabat lama. Kami sudah lama tak bertemu. Ia mantan pemain voli di tahun 1980-an.

Masa itu, voli di  Sumbar sangat semarak. Hampir setiap saat ada kejuaraan voli. Iventnya bisa antar klub. Antar perusahaan.  kecamatan, kelurahan. Malahan bisa juga laga antar RT. Para pemain voli masa itu menjadi idola di kampungnya.

Sahabat saya itu, setelah menjadi pemain voli, dirinya kemudian mengurus voli. Menjadi pelatih. Menjadi pembina. Masih berurusan dengan voli.

Tapi Ia menyebutkan, belakangan mengurus voli sangatlah rumit. Jarang ada atlet yang mau bertahan. Malahan ada yang tidak mau menggantungkan harapan pada olahraga tepok bola tersebut.

Ruang Buku Karya Dosen Unand

   Suatu ketika, saat podcast dengan Pak Ir  Insannul Kamil , M.Eng, Ph.D , WR III Unand. Kata beliau, Jangan Mengaku Mahasiswa jika tak B...