31 October 2019

"Anak-anak Saya Semangat Lagi, Pak"


"Anak-anak saya semangat lagi, pak"
"Alhamdulillah," jawabku.
"Mereka meminta agar sanggar sastra diaktifkan kembali. Kepsek dan guru lain mendukung," katanya.
Saya tersenyum. Turut bahagia ketika melihat rona penuh semangat dari Nova Yarnis Zhafran, guru Bahasa Indonesia SMP 29 Sijunjung.
Beliau menyampaikan kegembiraannya, kurang dua bulan sejak kami pertama kali bertemu. Pertemuan pertama ketika aku diminta berbagi bekal menulis sastra kepada guru SMP sekabupaten Sijunjung oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab Sijunjung. Buk Nova salah seorang peserta.
Berbagi selama sekitar satu jam berbagi, peserta langsung mempraktekkan kiat praktis menulis tersebut. Hasilnya, sejumlah guru berhasil menyelesaikan secara maksimal. Salah satu di antaranya buk Nova.
Beliau langsung membacakan karyanya. Selesai membacakan karya tersebut, beliau juga mendapat tepuk tangan meriah. Naskah tersebut kemudian dievaluasi secara bersama. Setelah dibenahi sedikit, beliau aku meminta naskah tersebut.
"Ketika dimuat di Harian Umum Rakyat Sumbar, saya melaporkan kepada Kepsek dan kemudian menerbitkan di majalah dinding," kata buk Nova yang juga Ketua MGMP Bahasa Indonesia Gugus I Kab Sijunjung.
Hebatnya, bersama wadah berhimpun guru yang dipimpinnya, beliau kemudian menginisiasi acara serupa di SMPN 2 Sijunjung. Hajatan tersebut disambut positif seluruh guru bahasa Indonesia.

Tim Bengkel Literasi Rakyat mendapat kesempatan membimbing kelas khusus di SMPN 10 Padang. Mereka dipersiapkan secara khusus oleh sekolah untuk memahami dan menguasai ilmu menulis, khususnya menulis cerpen.
Sang Kepsek, Dewi Anggraini, memiliki impian lahirnya buku kumpulan cerpen karya siswanya.
Beliau kemudian mempercayakan anak-anaknya diasuh tim Harian Umum Rakyat Sumbar, melalui Bengkel Literasi. Pelatihan sudah dilakukan beberapa kali. Hasilnya, ada kemajuan menggembirakan.
"Target kami, insya allah bisa selesai sebelum ujian semester ini," katanya memberikan motivasi kepada siswanya.
 
 
Saat berbagi ilmu menulis kepada siswa SMA Negeri Unggul Dharmasraya, Sabtu (21/9) lalu, saya dipertemukan dengan Mulyadhie Wijaya Ry, salah seorang Pengawas di Dinas Pendidikan Sumbar.
Beliau berkisah tentang kerisauannya terhadap sikap dan komitmen guru dalam mendidik siswa dan semakin renggangnya hubungan guru kepada murid.
"Malahan ada guru yang mengaku enggan bersalaman dengan siswa. Lho, kok seperti itu? Nasfu ya melihat siswanya?" tanya beliau kepada guru tersebut.
Pertanyaan itu, katanya, ternyata langsung menyadarkan sang guru, "mereka anak saya, kenapa saya nafsu, pak?"
"Ya, begitu seharusnya" kata pemegang gelar Juara I Penulisan Best Practice tingkat Nasional, 2019.
Terima kasih pak Saliyono, Kepala SMAN Unggul Dharmasraya, dan buk Nenri Gusni, Waka Kesiswaan SMA Negeri Unggul Dharmasraya yang menginisiasi Gema Literasi di SMAN Unggul Dharmasraya, sekaligus mempertemukan saya dengan sosok hebat, Pengawas Beprestasi Nasional (Peringkat I Nasional) tahun 2019.



Sebuah kesempatan diberikan MGMP PAI Kab Dharmasraya kepada tim Bengkel Literasi Rakyat Sumbar (Harian Umum Rakyat Sumbar), berbagi bekal menulis sebagai salah satu upaya Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) bagi Guru PAI, di STIT NU Dharmasraya, Sabtu 28 September 2019.
"Pesertanya guru dari berbagai jenjang pendidikan dan berbagai bidang studi," kata ustad Ibrahim, ketua panitia.
Awalnya memang dirancang untuk guru PAI, tapi justru sejumlah diminati guru bidang studi lainnya. Peserta rela merogoh kocek sendiri.
Khusus sesi berbagi menulis, beragam pertanyaan mengalir. Mereka sangat antusias sekali.






Ada yang istimewa saat program Rakyat Sumbar Mengaji, di SMAN 5 Padang, Jumat 4 Oktober 2019, pagi kemarin. Ketika program dimulai, suasana hangatnya pagi sangat terasa. Langit cerah.
Disaat membaca Alquran dilakukan seluruh siswa, guru dan tim Harian Umum Rakyat Sumbar, di lapangan terbuka sekolah tersebut, tiba-tiba suasana panas terasa berkurang. Segumpal awan menutupi sinar matahari. Gumpulan yang terlihat tidak terlalu banyak tersebut seakan terus menutupi teriknya matahari sampai seluruh proses mengaji bersama berakhir.
"Semoga kita selalu dilindungi dan diberikan rahmat oleh Allah," kata Kepala SMAN 5 Padang Bunda Yenni dan ustad Ardi Nasril.
 
 
Kami terus mengaji, bersama membaca ayat-ayat suci pada program Rakyat Sumbar Mengaji, di SMAN 5 Padang.


Menerima buku kumpulan puisi Samudra Bernada Sendu, karya Neila Amanda, siswi SMAN 5 Padang, dari sang penulis didampingi Kepala SMAN 5 Padang Bunda Yenni.
Sebuah dukungan luar biasa dari sekolah. Setahun terakhir, ada tiga buku yang dihasilkan dari sekolah ini. Dijadwalkan pula, dalam waktu dekat akan dilakukan bedah buku. Selain karya Neila Amanda, ada satu buku lainnya yang akan dibedah. — bersama Bunda Yenni.


Revdi St Rangkayo Mulie, Pemimpin Redaksi Harian Umum Rakyat Sumbar, menerima Anugerah Literasi Sumatera Barat 2019 untuk kategori Media. Anugerah yang sama juga pernah diperoleh tahun 2016. Zhilan Zhalila, siswi SMAN 3 Padang yang juga binaan Bengkel Literasi Rakyat Sumbar, menerima Anugerah Literasi Sumatera Barat 2019 untuk kategori Penulis. — bersama Revdi St Rangkayo Mulie dan Zhilan Zhalila.

Kru Winner Smanli

Pagi yang cerah. Semangat yang berapi-api. Siswa/i SMAN 5 Padang, khususnya kru Winner, mengikuti pendalaman materi untuk segera merealisasikan edisi kedua tabloid SMA Negeri 5 Padang.
Semangat mereka sangat mengebu. Ingin segera menuntaskan kerja dengan hasil maksimal.
Semangat luar biasa tersebut ditularkan dari Sang Kepsek Bunda Yenni. Optimistis yang selalu digelorakannya dalam setiap kesempatan.







Menerima kehadiran kru Winner, tabloid SMA Negeri 5 Padang, di redaksi Harian Umum Rakyat Sumbar. Anak-anak muda ini sangat antusias untuk mendalami jurnalistik dan seluk beluk kepenulisan.


Winner Smanli


Winner Smanli adalah nama tabloid SMAN 5 Padang. Demi menyalurkan semangat dan kemampuan menulis siswa dan gurunya, tabloid tersebut melekat dalam bentuk suplemen di Harian Umum Rakyat Sumbar, setiap edisi Sabtu.
Sang Kepsek Bunda Yenni memiliki impian, karya siswa dan guru sekolahnya tak hanya dibaca warga sekolah mereka saja, tetapi juga dibaca warga sekolah dan publik lebih luas.
Langkah ini, menurut Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri merupakan sebuah terobosan. Katanya, menulis merupakan salah satu bentuk menunjukkan kita pernah ada.

Generasi Peradaban

Generasi Peradaban. Generasi muda harus mampu menyikapi kemajuan teknologi, jika tidak akan menjadi korban peradaban.
"Salah satunya, pengaruh gadget," kata ustad Zulfamiadi, kepada siswa MAN 1 Bukittinggi, saat Rakyat Sumbar Mengaji, Jumat (25/10).

11 October 2019

Langit Cerah

Ada yang istimewa saat program Rakyat Sumbar Mengaji, di SMAN 5 Padang, Jumat 4 Oktober 2019, pagi kemarin. Ketika program dimulai, suasana hangatnya pagi sangat terasa. Langit cerah.
Disaat membaca Alquran dilakukan seluruh siswa, guru dan tim Harian Umum Rakyat Sumbar, di lapangan terbuka sekolah tersebut, tiba-tiba suasana panas terasa berkurang. Segumpal awan menutupi sinar matahari. Gumpulan yang terlihat tidak terlalu banyak tersebut seakan terus menutupi teriknya matahari sampai seluruh proses mengaji bersama berakhir.
"Semoga kita selalu dilindungi dan diberikan rahmat oleh Allah," kata Kepala SMAN 5 Padang Bunda Yenni dan ustad Ardi Nasril.





Ruang Buku Karya Dosen Unand

   Suatu ketika, saat podcast dengan Pak Ir  Insannul Kamil , M.Eng, Ph.D , WR III Unand. Kata beliau, Jangan Mengaku Mahasiswa jika tak B...