29 April 2021

Selalu Bersih Hati dan Pikiran Agar Sehat


Oleh : Dr. Aqua Dwipayana*

 

 Minggu lalu saat menerima salam dan pesan dari seorang teman yang mewakili temannya yang sedang sakit, saya dengan tegas berpesan balik agar orang yang sakit tersebut berusaha secara optimal untuk selalu bersih hati dan pikiran. Itu salah satu cara agar dirinya segera sembuh total dan sehat.

"Dengan berusaha secara optimal untuk selalu bersih hati dan pikirannya, insya ALLAH sakitnya segera sembuh. Saya sangat meyakini itu. Jadi tolong pesan saya ini disampaikan kepada yang bersangkutan," ujar saya serius.

Pesan tersebut sengaja saya sampaikan bahkan berulang-ulang karena orang yang sedang sakit itu selama ini hatinya belum bersih. Di antaranya suka iri melihat keberhasilan orang lain. Sepertinya tidak rela dengan hal tersebut.

Lebih Senang Memberi daripada Menerima

Oleh : Dr. Aqua Dwipayana*

 

“Jika bayarnya murah, pakai uang saya saja. Namun kalau sampai miliaran rupiah, tolong dibayarkan karena saya tidak memiliki uang sebanyak itu,” ujar saya berkali-kali setiap membayari sesuatu yang dibeli bersama teman-teman.

Selama ini setiap jalan bersama teman atau ada acara yang membutuhkan biaya, saya selalu berusaha untuk membayarkannya. Ada rasa syukur yang mendalam dan sangat bahagia bisa melakukan itu.

Saya lebih senang memberi daripada menerima. Membayari sesuatu adalah implementasinya. Posisinya berada di atas. Jauh lebih mulia dibandingkan yang dibawah atau dibayari.

Karena kebiasaan positif itu sudah mendarah daging sejak puluhan tahun lalu, sehingga sedikit pun saya tidak pernah ragu melakukannya. Spontan melaksanakannya meskipun sedang bersama teman yang memiliki materi jauh lebih banyak dari saya.

Kebiasaan positif itu makin mantap saya lakukan setelah melihat manfaat dan hasilnya. Luar biasa, terutama balasan yang didapat dari TUHAN.

15 April 2021

Hadiah Hari Pertama Ramadhan

Oleh: Aqua Dwipayana

"Selamat petang Pak Aqua. Maaf saya Kakanwil Hukum & HAM Papua (Anthonius Mathius Ayorbaba)." 
Selasa petang (13/4/2021) kemarin sesaat setelah buka puasa pertama di bulan Ramadhan, saya menerima pesan di atas lewat WA. Sebelumnya saya tidak pernah komunikasi dengan pengirim pesan tersebut. 
Sesudah menuntaskan buka puasa dan sholat Maghrib, saya kontak Anthonius lewat WA call. Mantan Kakanwil Hukum dan HAM Papua Barat itu dengan hangat dan akrab berkomunikasi dengan saya. 
"Selama ini saya sering membaca tentang aktivitas Pak Aqua di Grup WA Humas Hukum dan HAM. Luar biasa kegiatan motivasi yang bapak lakukan. Saya mau mengundang Pak Aqua untuk Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan semua jajaran saya lewat Zoom. Namun saya lebih senang kalau bapak berkenan langsung datang ke Papua," ungkap Teo panggilan akrab Anthonius Mathius Ayorbaba. 

14 April 2021

Silaturahim, Kredibilitas, dan Bantuan Kemanusiaan

Oleh: Aqua Dwipayana




Seorang teman baik saya bertanya: apakah ada hubungan antara Silaturahim, Kredibilitas, dan Bantuan Kemanusiaan? Sekilas tiga hal itu tidak ada hubungannya. Kenyataannya sangat berhubungan. 
Saya telah berkali-kali membuktikan hal itu. Dua yang terakhir dan skalanya lumayan besar adalah tahun lalu saat pandemi Covid-19 dan sesaat setelah gempa Malang berkekuatan M 6,1 pada Sabtu siang (10/4/2021) lalu. 
Selama puluhan tahun saya intens melakukan komunikasi dengan banyak orang. Seiring dengan itu secara optimal berusaha untuk menjaga, memelihara, mengembangkan, dan meningkatkan SILATURAHIM tanpa pamrih. 
Modal utama melakukan itu adalah hati yang bersih, komunikasi yang baik, dan selalu berpikir positif. Ditambah lagi melihat semua orang secara universal sehingga saat berkomunikasi sama sekali tidak ada jarak. 

Jangan Mengeluh

Oleh: Aqua Dwipayana



Sampai sekarang masih ada teman-teman saya yang sedang pemulihan sakit Covid-19. Ada yang di rumah melaksanakan isolasi mandiri. Sebagian dirawat di rumah sakit di kota tempat tinggalnya." 

Reaksi mereka beragam menyikapi cobaan tersebut. Beberapa teman ada yang tegar dan memiliki semangat yang tinggi untuk segera sembuh. Namun ada juga yang mengeluh. Menyesali penyakit tersebut yang menimpa dirinya. Mencari 'kambing hitam' penyebab dia terkena Covid-19. 

Teman-teman yang tegar dan semangat, saya perhatikan dari hari ke hari kondisi kesehatannya membaik. Mereka selalu berpikir dan berbuat positif untuk mempercepat penyembuhannya. 

Bagaimana dengan mereka yang suka mengeluh dan berpikiran negatif? Umumnya kondisi pemulihan kesehatannya lamban. Malah ada yang semakin memburuk. 

Segera Laksanakan Niat Baik


Oleh: Aqua Dwipayana



Setiap orang, meski skalanya kecil atau minim, pernah dalam dirinya memiliki niat baik. Ada yang langsung melaksanakan yang ada di hatinya. Namun tidak sedikit yang mengabaikannya sehingga hanya sebatas di niat saja. 

Sebaiknya sekecil apa pun niat tersebut, segera dilaksanakan. Jangan sampai "tertutup" dengan hal-hal lain sehingga terabaikan dan tidak jadi dilakukan. 

Lebih baik lagi jika semua itu dilaksanakan dengan niat ibadah. Sepenuhnya karena TUHAN sehingga saat melakukannya tidak ada beban. 

Yakinlah setiap niat baik yang melakukannya sepenuhnya karena TUHAN bisa segera dilaksanakan. Lakukan dengan sepenuh hati. Apa pun hasilnya itu adalah yang terbaik. 

10 April 2021

Jangan Terlena Jadi Karyawan



 
Setelah lebih dari 20 tahun bekerja sebagai pegawai meski dengan jabatan yang tinggi, berpikir dan berusahalah secara maksimal untuk mandiri. Usaha sendiri pada bidang yang dikuasai dan disenangi. Jangan terlena jadi karyawan selamanya hingga pensiun.

Selain itu agar sambil kerja melanjutkan kuliah hingga S3. Semua pengalaman yang dimiliki sangat bagus jika digabungkan dengan pengetahuan dan ilmu yang diperoleh lewat  pendidikan formal sehingga saat berbagi dengan setiap orang dapat disampaikan secara komprehensif.

Pesan di atas saya sampaikan Sabtu tadi siang (27/3/2021) kepada seorang teman. Setelah lama tidak jumpa, tadi TUHAN mempertemukan kami. Saya sangat bersyukur dan senang melihat kemajuan kawan tersebut.

Hadiah Bulan Madu ke Bali

 

"Terima kasih banyak Pak Aqua atas hadiah bulan madu ke Bali. Menyenangkan sekali. Insya ALLAH saya dan suami menjadwalkan ke sana," ujar Amelia Nabillah pada Sabtu malam (10/4/2021) ini. 

Ucapan terima kasih juga disampaikan kedua orangtuanya, Trisila Juwantara dan Samilah. "Makasih Pak Aqua untuk hadiah bulan madu buat Amel (panggilan akrab Amelia Nabillah-pen) dan suaminya," ujar mereka senada. 

Setelah tadi siang hingga sore - lebih dari empat jam - silaturahim dan diskusi dengan mantan Pangdam XVIII/Kasuari Letjen TNI Purn Joppye Onesimus Wayangkau di Kasuari Exotic Resort Magelang, Jawa Tengah (Jateng), miliknya, saya bersama pembina Asosiasi Pengusaha Oleh-Oleh (ASPOO) Jateng Edy Soehartono malam ini mampir ke Wonosobo. 

Giliran Dosen Curhat, Kolega Tidak Berterima Kasih



 

Pengantar : sesudah membaca tulisan berjudul Berubah Setelah Promosi Jabatan, Langsung Maafkan dan Doakan yang saya kirimkan ke ribuan anggota Komunitas Komunikasi Jari Tangan pada Sabtu pagi (3/4/2021) kemarin, spontan seorang dosen menyampaikan curahan hati (curhat)nya tentang koleganya sesama dosen yang tidak berterima kasih sesudah dibantu masuk S3 di perguruan tinggi negeri (PTN) terkenal. Perasaan dosen itu campur aduk: sedih, prihatin, kesal, kecewa, dan marah atas perilaku yang tidak terpuji tersebut. Di bawah ini ceritanya yang disampaikan dengan gaya bertutur.

 

Pak Aqua, mungkin ceritanya agak terkesan kepo. Tapi bagi saya yang mengalami sendiri, merasa sangat sedih dan prihatin sekali. Apalagi ini dilakukan oleh kolega sesama dosen di PTN yang sama.

Saat ini teman tersebut berstatus tugas belajar S3 di salah satu PTN terkenal. Saya yang  merekomendasikannya untuk bisa lolos dan diterima kuliah di sana.

Pilot Pertama Pesawat Sukhoi Komentari Tulisan Berubah Setelah Promosi Jabatan




Pengantar:
Sabtu tadi pagi (3/4/2021) sesaat setelah mengirimkan tulisan berjudul Berubah Setelah Promosi Jabatan, Langsung Maafkan dan Doakan ke ribuan anggota Komunitas Komunikasi Jari Tangan, saya langsung mendapat banyak respon. Salah seorang di antaranya yang spontan berkomentar adalah pilot pertama pesawat Sukhoi Marsma TNI Palito Sitorus. Di tengah jadwalnya yang padat terutama merayakan Paskah dan menjamu banyak tamu di Yogyakarta, Wakil Gubernur Angkatan Udara yang angkatan 90 itu menulis pendapatnya dan mengirimkannya ke saya. Di  bawah ini komentarnya yang disampaikan dengan gaya bertutur. 

Selamat pagi menjelang siang Bang Aqua. Ternyata abang sedang di Bogor ya. 

Menyimak tulisan abang yang berjudul "Berubah Setelah Promosi Jabatan, Langsung Maafkan dan Doakan", memang itulah yang sering jadi pertanyaan bagi diri saya sendiri. Apakah seperti itu saya nantinya bila suatu saat diberi amanah jabatan yang lebih tinggi? 

Berubah Setelah Promosi Jabatan, Langsung Maafkan dan Doakan

 


Beberapa hari lalu seorang teman kontak saya. Selain menyampaikan permohonan bantuan buat keluarganya, juga mengungkapkan curahan hatinya (curhat) tentang perubahan sikap seorang pejabat di negeri ini yang dulu akrab dengan dirinya namun berubah setelah promosi jabatan.

"Sekarang orangnya berubah Pak Aqua. Biasanya kami intens komunikasi. Telepon dan WA saya langsung diresponnya. Jika sedang sibuk, akan kontak balik. Namun sekarang paling cepat setelah dua hari baru merespon pesan dari saya," ungkap teman itu.

Perubahan sikapnya, lanjut teman tersebut, terutama dirasakan setelah pejabat itu mendapatkan promosi jabatan. Dengan alasan sibuk menuntaskan pekerjaannya sehingga bersikap seperti itu.

Ruang Buku Karya Dosen Unand

   Suatu ketika, saat podcast dengan Pak Ir  Insannul Kamil , M.Eng, Ph.D , WR III Unand. Kata beliau, Jangan Mengaku Mahasiswa jika tak B...