22 September 2021

Impian Jimmy dan Kepedulian Arnes Azwar

Oleh: Firdaus Abie

 

 “Alhamdulillah, saya sudah bekerja, Pak. Mohon doanya agar saya bisa memberikan pengabdian terbaik,” kata Jimmy Novenaldi, “saya bekerja untuk manajemen dan membersihkan masjid,” kata Jimmy, ketika saya hubunginya Rabu (21/9).

“Maaf terlambat membalas, Pak. Saya sedang kerja,” katanya.

Saya pertama kali bertemu dan berkenalan dengan Jimmy ketika saya ikut sharing komunikasi dan motivasi yang diberikan Mas Aqua Dwipayana, di Masjid Al-Hakim, Jl Samudera – Pantai Padang, Sumatera Barat. Ketika itu, Mas Aqua memberikan motivasi untuk karyawan di masjid yang belakangan menjadi salah satu icon wisata religi di Sumbar.


16 September 2021

“Teruslah Berbagi...”

Oleh: Firdaus Abie

 

Saat bertemu Mas Aqua (begitu sapaan akrab saya pada Aqua Dwipayana), motivator dan pakar komunikasi Indonesia, sepekan silam di Padang, beliau sempat berpesan, teruslah berbagi. Jangan pernah berhenti. Bangun terus silaturahmi dengan siapa saja.

Kesempatan berbagi tersebut, ternyata menjelang pertengahan September, justru lumayan padat dari biasanya. Ada empat sesi pada tiga hari yang saling berdekatan. Alhamdulillah, saya dapat menyelesaikannya dengan baik.

Memberikan cenderamata berupa buku kepada Ketua PWI Kab Kampar – Riau, Akhir Yani 

dan Ketua DPRD Kab Agam Novi Irwan, S.Pd., M.M

 

Sesi pertama, berlangsung Sabtu, 11 September 2021. Permintaan pada saya, disampaikan Direktur Padang Ekspres, M. Nazir Fahmi, dua hari sebelumnya. Ia meminta saya agar bisa berbagi dengan kawan-kawan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab Kampar, Prov Riau.

Memberikan cenderamata berupa buku kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Barat Wardarusmen.

 

12 September 2021

Berangkat Umrah Setelah Kontrak Kerja Diputus

Oleh: Etiana Julianti - Ketapang, Kalimantan Barat

 


    Saya Etiana Yulianti. Pernah bekerja dibanyak tempat. Tapi entah mengapa, sejak bekerja di Wardah (PT Paragon Technologi and Innovation), saya benar-benar menikmatinya. Alhamdulillah, rezeki selama di Wardah sangat membantu keluarga saya.

 Proses waktu berjalan tanpa saya sadari. Tak terasa, tujuh tahun berjalan. Saya menyadarinya ketika dapat kabar, saya akan diberangkatkan umrah oleh perusahaan. Di PT Paragon Technologi and Innovation, karyawan yang sudah bekerja selama tujuh tahun diberangkat umrah gratis. Masya Allah. Sungguh nikmat luar biasa yang tak pernah terbersit bagi saya.

Impian untuk bisa beribadah ke Tanah Suci memang ada dalam keinginan saya, tapi sama sekali tak pernah saya bayangkan bisa ke sana. Jangan ke untuk biaya ke Tanah Suci, penghasilan saya selama bekerja tak pernah ditabung karena untuk kebutuhan saya bersama keluarga dan orang tua. Apalagi ayah saya sudah tiga kali keluar masuk rumah sakit. Ketika itu, belum ada BPJS. Biaya rumah sakit harus dibayar tunai.

Sikap Mereka Membuat Sulit Mendapatkan Rezeki

Oleh: Aqua Dwipayana
Saya memiliki dua pengalaman berharga yang sangat menarik. Keduanya kasus yang berbeda namun akhirnya membuat kedua pelakunya sama-sama sulit mendapatkan rezeki. Mereka yang melakukannya rugi sendiri karena untuk selamanya tidak dipercaya. 

Layanan Mengesankan Setulus Hati di Pizza Hut Khatib Sulaiman Padang

Oleh: Aqua Dwipayana

"Bapak sebentar lagi azan Maghrib. Bapak kan puasa. Ini air mineral untuk bapak pakai buat buka puasa," ujar Laila Ikhro dengan ramah pada Senin sore, 6 September 2021 lalu kepada saya di Pizza Hut Khatib Sulaiman Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Dia yang merupakan karyawati di resto itu memberikan sebotol air mineral merek Aqua kepada saya. 

Waktu itu saya membeli banyak pizza untuk diberikan sebagai oleh-oleh buat para relasi di Padang. Ketika semua pesanan saya - jumlahnya mencapai jutaan rupiah - sedang dibuat, saya menunggu di dalam resto itu. Sedangkan di luar sedang hujan lebat. 

Saya kaget saat diberikan air mineral tersebut. Lebih kaget lagi ketika Laila tahu bahwa saya sedang puasa. Padahal saya tidak menginfokan kepada dia tentang hal itu. 

08 July 2021

Inspirasi dari Mas Santoso

Di antara kelebihan menulis, bisa dikerjakan di mana saja. Dapat dilakukan  kapan saja. Saya yakin, semua orang bisa memahaminya.  Tapi ketika membaca tulisan  Mas Aqua Dwipayana tentang  Mas Santoso, seorang wartawan senior yang saat ini berjuang melawan stroke yang menyerangnya, justru semakin membuka mata kita dan mengingatkan saya pada dua hal penting.

Tulisan yang dibagikan Mas Aqua di Komunitas Jari Tangan, dikisahkan bagaimana seorang wartawan senior Jawa Pos, menderita stroke. Sempat putus asa dan depresi, Mas Santoso kemudian bangkit. Ia menulis. Terus menulis. Menulis terus.

Ia kemudian menulis sebuah buku. Buku yang ditulis tak jauh dari aktivitas yang sedang dihadapinya. Bukunya berjudul, Melawan Stroke. Dicetak secara mandiri pada Agustus 2020. Kini ia mempersiapkan buku berikutnya, My Wife My Treasure, berisi tentang apresiasinya terhadap kesetiaan dan kegigihan isteri mendampinginya, terutama disaat stroke.

Santoso Stroke Tetap Menulis, Penjualan Buku untuk Bayar Kontrakan Rumah

Usia lanjut usia (lansia) dan sakit stroke tidak menghentikan seseorang untuk berkarya. Bahkan termotivasi "melawan" sakitnya. Salah seorang wartawan senior Santoso telah membuktikannya dan berhasil.

Saat kini berusia 65 tahun dan sedang proses penyembuhan dari stroke, Santoso aktif menulis buku. Juga terus membagikan pengalaman jurnalistiknya kepada para generasi muda.