Oleh: Firdaus Abie
23 October 2021
Setelah Kegagalan Sumbar di PON Papua
22 September 2021
Didatangi Aqua Dwipayana: Ngapain Nyimpan Sampah....
Oleh: Firdaus Abie
Selasa (7/9) pagi, ketika membuka
selular, ternyata ada dua panggilan
tak terjawab. Salah satunya dari Aqua Dwipayana. Saya biasanya memanggil beliau
dengan sapaan Mas Aqua. Beliau biasa memanggil
saya dengan sapaan Uda Firdaus. Saya mengenalnya saat beliau masih bekerja di
Semen Cibinong, awal tahun 2000-an.
“Jadikan Masjid Al-Hakim Selalu Dirindukan...”
Oleh: Firdaus Abie
Kehadiran Aqua Dwipayana, motivator
dan pakar komunikasi, di Masjid Al-Hakim, di Jalan Samudera Pantai Padang, disambut antusias karyawan
yang mengelola masjid tersebut. Ada yang tahu asal usulnya.
“Pak Aqua orang Bungus ya? Suami
saya orang Sungai Barameh,” kata seorang karyawan di masjid tersebut, ketika
sang motivator memberikan kesempatan tanya jawab, saat sharing motivasi, Jumat
(17/9) pagi.
Akhirnya, suasana langsung cair.
Ibu muda tersebut kemudian membeberkan, ada banyak perubahan yang didapatkannya
sejak bekerja di masjid tersebut. Dulunya ia berjualan di pasar, kemudian
berhenti. Lalu, sejak setahun terakhir, bekerja di masjid tersebut.
Makin Sukses, Makin Rendah Hati
Oleh: Firdaus Abie
Seusai mengikuti Dr Aqua Dwipayana,
motivator dan pakar komunikasi, memberikan motivasi kepada karyawan Masjid
AL-Hakim, di Jalan Samudera – Pantai Padang, saya diajak H Arnes Azwar, ke
ruangannya, di lantai bawah, Masjid Al-Hakim. Ketika itu juga ada sang motivator
dan Jimmy Noveldi, anak angkat beliau.
“Masih ada beberapa menit lagi,” kata H Arnes, membuka pembicaraan, sembari menyalakan AC di ruangan tersebut.
Impian Jimmy dan Kepedulian Arnes Azwar
Oleh: Firdaus Abie
“Maaf terlambat membalas, Pak.
Saya sedang kerja,” katanya.
Saya pertama kali bertemu dan berkenalan dengan Jimmy ketika saya ikut sharing komunikasi dan motivasi yang diberikan Mas Aqua Dwipayana, di Masjid Al-Hakim, Jl Samudera – Pantai Padang, Sumatera Barat. Ketika itu, Mas Aqua memberikan motivasi untuk karyawan di masjid yang belakangan menjadi salah satu icon wisata religi di Sumbar.
16 September 2021
“Teruslah Berbagi...”
Oleh: Firdaus Abie
Saat bertemu Mas Aqua
(begitu sapaan akrab saya pada Aqua Dwipayana), motivator dan pakar komunikasi
Indonesia, sepekan silam di Padang, beliau sempat berpesan, teruslah berbagi.
Jangan pernah berhenti. Bangun terus silaturahmi dengan siapa saja.
Kesempatan berbagi
tersebut, ternyata menjelang pertengahan September, justru lumayan padat dari
biasanya. Ada empat sesi pada tiga hari yang saling berdekatan. Alhamdulillah,
saya dapat menyelesaikannya dengan baik.
![]() |
Memberikan cenderamata berupa buku kepada Ketua PWI Kab Kampar – Riau, Akhir Yani dan Ketua DPRD Kab Agam Novi Irwan, S.Pd., M.M
|
Sesi pertama,
berlangsung Sabtu, 11 September 2021. Permintaan pada saya, disampaikan Direktur
Padang Ekspres, M. Nazir Fahmi, dua hari sebelumnya. Ia meminta saya agar bisa
berbagi dengan kawan-kawan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab Kampar,
Prov Riau.
Memberikan cenderamata berupa buku kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Barat Wardarusmen. |
12 September 2021
Berangkat Umrah Setelah Kontrak Kerja Diputus
Oleh: Etiana Julianti - Ketapang, Kalimantan Barat
Saya Etiana Yulianti. Pernah bekerja dibanyak tempat. Tapi entah mengapa, sejak bekerja
di Wardah (PT Paragon Technologi and Innovation), saya benar-benar menikmatinya. Alhamdulillah, rezeki selama di Wardah sangat membantu keluarga saya.
Proses waktu berjalan tanpa saya
sadari. Tak terasa, tujuh tahun berjalan. Saya
menyadarinya ketika dapat kabar, saya akan diberangkatkan umrah oleh
perusahaan. Di PT Paragon
Technologi and Innovation, karyawan yang sudah bekerja selama tujuh tahun diberangkat umrah gratis. Masya
Allah. Sungguh nikmat luar biasa yang tak pernah terbersit bagi saya.
Impian
untuk bisa beribadah
ke Tanah Suci memang ada dalam keinginan
saya, tapi sama sekali tak
pernah saya bayangkan bisa ke sana. Jangan ke untuk biaya ke Tanah Suci, penghasilan saya selama bekerja
tak pernah ditabung
karena untuk kebutuhan saya bersama keluarga dan orang
tua. Apalagi ayah saya sudah tiga kali keluar masuk rumah sakit. Ketika itu, belum ada BPJS. Biaya rumah sakit harus dibayar
tunai.
-
Oleh: Firdaus Entah kenapa, pada momentum peringatan Hari Ibu, kali ini, saya teringat pada cerpen karya A.A Navis (alm). Cerpen ...
-
By: Firdaus Abie Anak : Mengapa ada yang bergelimang harta Banyak pula yang menderita Ayahku dipanggil pulang Aku dihantui langkah bimbang ...





