13 June 2013

TdS Milik Siapa?


Oleh: Firdaus



Sepekan belakangan, masyarakat Sumbar mendapat “hiburan” tahunan; Tour de Singkarak  (TdS) 2012. Kata hiburan sengaja saya masukkan di antara dua tanda petik? Alasannya,  ajng  yang seharusnya menjadi hiburan, ternyata belum mampu menghibur masyarakat luas secara utuh. Yang terhibur,  baru sebatas pejabat di negeri ini. Hop!
Ini kali ke empat pelaksanaan TdS. Sejauh ini, dari realita di lapangan, belum banyak umpan balik yang dirasakan masyarakat, selain terkurung karena perjalanan mereka di jalan raya harus dihentikan, dua hingga empat jam.

Pencipta Smash Salto yang Pantang Menyerah

* Inmemoriam Asril Bahar

Oleh: Firdaus


Saya  mendapatkan kabar duka, berpulangnya Asril Bahar, tokoh olahraga Sumbar, Sabtu (6/8-2011) sekitar pukul 08.45 Wib dari Wakil Ketua Media dan Promosi Koniprov Sumbar Agus Mardi, melalui pesan singkat. Ketika itu saya sedang berada di pandam pekuburan keluarga di Jirek, Seberangpalinggam – Padang, untuk menentukan lokasi pemakaman adik dari nenek saya yang wafat Jumat sore sebelumnya.
Kabar duka itu membuat saya tersentak. Innalillahi wainna illahirojiun….

03 June 2013

Lelaki Berkalung Karet Hitam


Cerpen: Firdaus Abie

Lelaki berkalung karet hitam itu terus melangkah. Ia tak hiraukan dering di telpon genggamnya. Dari bunyi dering, ia  tahu kalau itu panggilan masuk dari  isterinya.
“Ada panggilan tuh, mas,” sela wanita paruh baya di sampingnya.
“Biarkan saja. Paling juga dari kantor,” katanya enteng.
Lelaki berkalung karet hitam itu terus melangkah,  wanita paruh baya di sampingnya  menguntit langkah lelaki itu  tergesa-gesa. Keduanya melangkah menuju arah yang sama, titik yang sama.
“Seperti biasa, om?” tanya seorang lelaki lebih muda, menyambut kehadiran lelaki berkalung karet hitam dan wanita paruh baya. Lelaki itu hanya menjawab dengan anggukan, kemudian terus melangkah menuju ruangan yang disebutnya.
“Tapi, om..” jawab lelaki yang tadi bertanya.

29 May 2013

Saya Dipinang untuk jadi Calon Walikota



Oleh: Firdaus


Demi menaikkan "rating" diri, saya mengaku dipinang sejumlah parpol, didesak oleh masyarakat untuk maju menjadi calon walikota. "Alasan" desakan itu; saya putra asli kota ini. Lahir dan dibesarkan di  kota tercinta ini, sehingga paling tahu persoalan  secara detail.
Pada era 1970 hingga awal 1990-an, kehidupan di kota ini sangatlah menyenangkan. Polusi udara tak seberapa. Sungai yang membenah kota dari Lubuakparaku, Lubuakminturan, Gunuang Nago hingga mengalir deras ke laut lepas di muaro, nyaris tak tercemar. Rantai kehidupan di sepanjang sungai sangatlah harmonis, sehingga masih dengan sangat mudah menemukan lauak gariang atau mungkuih. Sawah pun masih ada puyu.

25 April 2012

Ujian Nasional



Oleh: Firdaus


Kini namanya Ujian Nasional (UN). Hari ini, sudah dua hari UN tingkat SLTP dilaksanakan. Pekan lalu, UN SLTA. Sebelum bernama UNi, namanya Ujian Akhir Nasional (UAN). Sebelumnya lagi, Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas). Sebelumnya lagi, Evaluasi Belajar Tahan Akhir (Ebta).
Apa yang berbeda? Seorang teman saya semasa es em a dulu yang  kini menjadi guru, menyebutkan; substansinya tak berbeda, tetapi “entertainment”-nya yang seakan dikondisikan.
Maksudnya?

03 April 2012

Siaga Panti



Oleh: Firdaus

 
Pada banyak kejadian, biasanya pengawasan baru dilakukan setelah peristiwa buruk terjadi. Pengawasan ketat dilakukan, terutama sepanjang masyarakat masih memberikan perhatian kepada kejadian tersebut. Setelah itu, dalam kurun waktu tertentu, biasanya tak lebih dari tiga bulan sejak peristiwa buruk terjadi, maka situasinya akan normal kembali.
Sejumlah fakta terbentang. Masih segar dalam ingatan, ketika seorang pilot sedang nyabu di kamar hotel, lalu dilakukan tes urine pada banyak pilot. Ketika terjadi perkosaan di atas metromini di Jakarta, aksi “pembersihan” angkutan sejenis yang menggunakan kaca film gelap pun dilakukan di seluruh Indonesia. Ketika kejahatan dilakukan gang motor di Bandung, razia para “gang” motor pun serentak dilakukan di seluruh Indonesia.

Berladang di Jalan

Oleh: Firdaus
 

Jalan Taluak Berpisang. Sekali pun bukan hal baru, namun judul berita itu cukup menggelitik. Beritanya menarik karena masyarakat menanam pisang di jalan.  Jalannya pun bukan jalan kampung, tetapi jalan raya, jalan utama; ruas By Pass – Simpang Taluak, Nagari Taluak, Kecamatan Banuhampu, Agam.

Bentuk sindiran lain, ada orang memancing ikan di jalan raya yang tergenang air, bersamaan dengan adanya lubang yang cukup dalam di jalan tersebut. Kalau pun yang bersangkutan tahu, ia tak akan pernah mendapatkan ikan di sana, namun aksi yang dilakukannya tak lain adalah sebagai bentuk kekecewaan kepada pemerintah.