14 April 2021

Jangan Mengeluh

Oleh: Aqua Dwipayana



Sampai sekarang masih ada teman-teman saya yang sedang pemulihan sakit Covid-19. Ada yang di rumah melaksanakan isolasi mandiri. Sebagian dirawat di rumah sakit di kota tempat tinggalnya." 

Reaksi mereka beragam menyikapi cobaan tersebut. Beberapa teman ada yang tegar dan memiliki semangat yang tinggi untuk segera sembuh. Namun ada juga yang mengeluh. Menyesali penyakit tersebut yang menimpa dirinya. Mencari 'kambing hitam' penyebab dia terkena Covid-19. 

Teman-teman yang tegar dan semangat, saya perhatikan dari hari ke hari kondisi kesehatannya membaik. Mereka selalu berpikir dan berbuat positif untuk mempercepat penyembuhannya. 

Bagaimana dengan mereka yang suka mengeluh dan berpikiran negatif? Umumnya kondisi pemulihan kesehatannya lamban. Malah ada yang semakin memburuk. 

Segera Laksanakan Niat Baik


Oleh: Aqua Dwipayana



Setiap orang, meski skalanya kecil atau minim, pernah dalam dirinya memiliki niat baik. Ada yang langsung melaksanakan yang ada di hatinya. Namun tidak sedikit yang mengabaikannya sehingga hanya sebatas di niat saja. 

Sebaiknya sekecil apa pun niat tersebut, segera dilaksanakan. Jangan sampai "tertutup" dengan hal-hal lain sehingga terabaikan dan tidak jadi dilakukan. 

Lebih baik lagi jika semua itu dilaksanakan dengan niat ibadah. Sepenuhnya karena TUHAN sehingga saat melakukannya tidak ada beban. 

Yakinlah setiap niat baik yang melakukannya sepenuhnya karena TUHAN bisa segera dilaksanakan. Lakukan dengan sepenuh hati. Apa pun hasilnya itu adalah yang terbaik. 

10 April 2021

Jangan Terlena Jadi Karyawan



 
Setelah lebih dari 20 tahun bekerja sebagai pegawai meski dengan jabatan yang tinggi, berpikir dan berusahalah secara maksimal untuk mandiri. Usaha sendiri pada bidang yang dikuasai dan disenangi. Jangan terlena jadi karyawan selamanya hingga pensiun.

Selain itu agar sambil kerja melanjutkan kuliah hingga S3. Semua pengalaman yang dimiliki sangat bagus jika digabungkan dengan pengetahuan dan ilmu yang diperoleh lewat  pendidikan formal sehingga saat berbagi dengan setiap orang dapat disampaikan secara komprehensif.

Pesan di atas saya sampaikan Sabtu tadi siang (27/3/2021) kepada seorang teman. Setelah lama tidak jumpa, tadi TUHAN mempertemukan kami. Saya sangat bersyukur dan senang melihat kemajuan kawan tersebut.

Hadiah Bulan Madu ke Bali

 

"Terima kasih banyak Pak Aqua atas hadiah bulan madu ke Bali. Menyenangkan sekali. Insya ALLAH saya dan suami menjadwalkan ke sana," ujar Amelia Nabillah pada Sabtu malam (10/4/2021) ini. 

Ucapan terima kasih juga disampaikan kedua orangtuanya, Trisila Juwantara dan Samilah. "Makasih Pak Aqua untuk hadiah bulan madu buat Amel (panggilan akrab Amelia Nabillah-pen) dan suaminya," ujar mereka senada. 

Setelah tadi siang hingga sore - lebih dari empat jam - silaturahim dan diskusi dengan mantan Pangdam XVIII/Kasuari Letjen TNI Purn Joppye Onesimus Wayangkau di Kasuari Exotic Resort Magelang, Jawa Tengah (Jateng), miliknya, saya bersama pembina Asosiasi Pengusaha Oleh-Oleh (ASPOO) Jateng Edy Soehartono malam ini mampir ke Wonosobo. 

Giliran Dosen Curhat, Kolega Tidak Berterima Kasih



 

Pengantar : sesudah membaca tulisan berjudul Berubah Setelah Promosi Jabatan, Langsung Maafkan dan Doakan yang saya kirimkan ke ribuan anggota Komunitas Komunikasi Jari Tangan pada Sabtu pagi (3/4/2021) kemarin, spontan seorang dosen menyampaikan curahan hati (curhat)nya tentang koleganya sesama dosen yang tidak berterima kasih sesudah dibantu masuk S3 di perguruan tinggi negeri (PTN) terkenal. Perasaan dosen itu campur aduk: sedih, prihatin, kesal, kecewa, dan marah atas perilaku yang tidak terpuji tersebut. Di bawah ini ceritanya yang disampaikan dengan gaya bertutur.

 

Pak Aqua, mungkin ceritanya agak terkesan kepo. Tapi bagi saya yang mengalami sendiri, merasa sangat sedih dan prihatin sekali. Apalagi ini dilakukan oleh kolega sesama dosen di PTN yang sama.

Saat ini teman tersebut berstatus tugas belajar S3 di salah satu PTN terkenal. Saya yang  merekomendasikannya untuk bisa lolos dan diterima kuliah di sana.

Pilot Pertama Pesawat Sukhoi Komentari Tulisan Berubah Setelah Promosi Jabatan




Pengantar:
Sabtu tadi pagi (3/4/2021) sesaat setelah mengirimkan tulisan berjudul Berubah Setelah Promosi Jabatan, Langsung Maafkan dan Doakan ke ribuan anggota Komunitas Komunikasi Jari Tangan, saya langsung mendapat banyak respon. Salah seorang di antaranya yang spontan berkomentar adalah pilot pertama pesawat Sukhoi Marsma TNI Palito Sitorus. Di tengah jadwalnya yang padat terutama merayakan Paskah dan menjamu banyak tamu di Yogyakarta, Wakil Gubernur Angkatan Udara yang angkatan 90 itu menulis pendapatnya dan mengirimkannya ke saya. Di  bawah ini komentarnya yang disampaikan dengan gaya bertutur. 

Selamat pagi menjelang siang Bang Aqua. Ternyata abang sedang di Bogor ya. 

Menyimak tulisan abang yang berjudul "Berubah Setelah Promosi Jabatan, Langsung Maafkan dan Doakan", memang itulah yang sering jadi pertanyaan bagi diri saya sendiri. Apakah seperti itu saya nantinya bila suatu saat diberi amanah jabatan yang lebih tinggi? 

Berubah Setelah Promosi Jabatan, Langsung Maafkan dan Doakan

 


Beberapa hari lalu seorang teman kontak saya. Selain menyampaikan permohonan bantuan buat keluarganya, juga mengungkapkan curahan hatinya (curhat) tentang perubahan sikap seorang pejabat di negeri ini yang dulu akrab dengan dirinya namun berubah setelah promosi jabatan.

"Sekarang orangnya berubah Pak Aqua. Biasanya kami intens komunikasi. Telepon dan WA saya langsung diresponnya. Jika sedang sibuk, akan kontak balik. Namun sekarang paling cepat setelah dua hari baru merespon pesan dari saya," ungkap teman itu.

Perubahan sikapnya, lanjut teman tersebut, terutama dirasakan setelah pejabat itu mendapatkan promosi jabatan. Dengan alasan sibuk menuntaskan pekerjaannya sehingga bersikap seperti itu.