09 July 2015

Sate Valentin



 Oleh: Firdaus

 Karapai tangango. Muncuangnyo tabukak, kok ado langau sasek, bisa agak lima baleh sakali masuak. Kaniangnyo bakaruik tujuah baleh lampih. Matonyo mangetek, kapalonyo digeleang-geleangan bantuak urang bazikia di surau.
“Dek a waang?” tanyo Karapai.
“Ha..? Lai indak tabaliak tu, waden nan kabatanyo ka waang, manga waang dek tangango bantuak itu? Kagum waang mancaliak pondok sate waden?” tanyo Badai.
Karapai antok se, indak manjawek, “kok coitu, iyo waden pacayo, waang kagum mancaliak galeh sate ko. Iko nan kreatif kecek urang kini mah kawan…” sonsong Badai.
“Indak kagum bagai waden doh, lai indak tasapo waang? Di lubuak ma waang mandi kapatang?” Karapai baliak batanyo.
“Kok waang kecek-an waden tasapo?”

03 July 2015

PT SP, “Roh”-nya Olahraga Sumatra Barat



Oleh: Firdaus*


Bukittinggi, Sabtu, 16 Februari 2008. Bagi saya, peristiwa  itu, sangatlah penting. Begitu juga bagi insan olahraga di Sumbar. Itulah kali pertama Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatra Barat memberikan penghargaan kepada orang dan badan yang telah mengabdikan dirinya untuk olahraga secara sungguh-sungguh. Penghargaan itu diberikan pada malam resepsi peringatan Hari Pers Nasional dan HUT ke-62 PWI. 
Ada sebelas orang penerimanya; sembilan individu, dua badan. Ke sembilan individu tersebut adalah atlet berprestasi, pelatih, mantan atlet dan pembina. Dua badan yang menerima adalah perusahan yang sangat peduli terhadap kesinambungan pembinaan prestasi olahraga di Sumatra Barat.
Ketika menetapkan kriteria dan pemenang pilihan SIWO PWI Sumatra Barat, hanya satu kriteria dan pemenang yang tidak diselesaikan dengan perdebatan panjang. Selebihnya harus menjalani proses “pertengkaran” yang sangat hebat.

Dahlan Iskan

 Oleh: Firdaus


Aksi Dahlan Iskan melempar kursi ----kemudian Dahlan Iskan menyebutkan, tidak melempar, tetapi meletakkan kursi di luar loket—di pintu tol Senayan, awal pekan ini, kemudian membuka dua pintu tol dan kemudian mengarahkan antrian panjang di pintu tol tersebut untuk masuk gratis, mengundang perhatian banyak kalangan.
Hampir seluruh komentar, memandang positif apa yang dilakukan orang nomor satu di Kemeneg BUMN itu. Bukan karena ia Meneg BUMN sehingga bisa dengan mudah dan semaunya melakukan tindakan itu, tetapi langkah yang diambilnya tersebut bagian dari kekecewaannya terhadap kinerja anak buahnya.
Betapa tidak kecewa. Langkah-langkah strategis yang sudah diputuskan untuk dijalankan, ternyata tidak sepenuhnya dijalankan secara baik dan benar. Tindakan itu, memang kali pertama dilakukan Dahlan Iskan, namun pesan, peringatan, mau pun teguran sudah sering dilakukan untuk mengingatkan otoritas pengelola jalan tol tersebut.

29 June 2015

Pelacur II



* Firdaus

Aroma
Lendir selangkangan
Membungkus moral

Ah, dia bicara moral?
Masih adakah
moral di negeri ini?

Bukankah moral
hanya tertinggal
di kelas anak-anak kita saja?

Di luar,
Moral sudah
tergadai lender selangkangan

Padangpanjang, 22 Maret 2011

Pelacur I

* Firdaus
Meratap aku tak
harap
 Luka dibekas
tikaman tinggalkan
dendam
Pergilah
Tebarkan senyum menggoda
Semaikan
pesona dusta

Perih dalam Rinai



* Firdaus


Sejak kepergian tuan
Setiap rinai
yang jatuh ke tanah
terasa perih
bagai belati
menancap di ulu hati
adakah tuan  rasakan?

Aku benci rinai
Rinai membawa perih
Seperih renggutan tuan
ketika rinai

Bukittinggi-Padangpanjang,  1 Maret 2011

Menjemput Rindu


* Firdaus

Kujemput rindu
di Batanglunto
rindu pada nyanyian
yang lenyap di antara
lalu lalang penambang perut bumi

Kujemput rindu
dalam nyanyian sendu
Batang Lunto tak seperti dulu

Kota Kuali, 2-3 Maret 2011