Capaianya Melebihi Ekspektasi Sekolah!
Suasana di SDN 10 Sangkir, Lubuk Basung, Kab
Agam, terlihat beda dari biasanya. Murid sekolah tersebut sudah duduk berbaris
di halaman sekolah, majelis guru dan pegawai menunggu dengan penuh kegembiraan.
“Saya datang bersama kak Zhilan Zhalila, berbagi
dengan anak-anak semua,” kata Bunda Literasi Kab Agam Hj Merry Beny Warlis, di
SDN 10 Sangkir, Sabtu (4/4) pagi.
Kedatangan Hj Merry Beny Warlis ke sekolah tidak
diduga oleh Kepsek Yeni Yulfianti S.Pd serta majelis guru dan pegawai. Semula
hanya terjadwal kedatangan Zhilan Zhalila, penulis cerita anak dan pegiat
literasi, namun kehadiran Zhilan Zhalila diketahui Hj Merry Benny Warlis.
Sang Bunda Literasi yang terus berjuangan
menyalakan literasi di Agam, mengundang Zhilan Zhalila sarapan pagi di rumah
dinas Bupati Agam, sekaligus mengajak Kepala SDN 10 Sangkir. Setelah
silaturrahmi sejenak, Hj Merry Beny Warlis menyampaikan ingin langsung hadir ke
sekolah. Kehadirannya tentu saja mengejutkan Kepsek dan guru serta pegawai
lain.
Motivasi dari Bunda Merry
“Kehadiran Bu Merry, Bunda Literasi Kabupaten
Agam, tentu saja memberikan motivasi lebih bagi kami, sekaligus memompa
semangat kami untuk terus menyalakan gerakan literasi di sekolah,” kata Yeni
Yulfianti, sekaligus menyerahkan buku karyanya kepada Bunda Literasi Kabupaten
Agam dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Agam.
Kehadiran Bunda Literasi Kabupaten Agam
benar-benar menambah semangat pihak sekolah dan pelajar. Suntikan motivasi yang
diberikan menjadi penyejuk. Beliau menyebutkan, bimbingan sejak dini akan
memberikan nilai positif bagi anak-anak. Apalagi jika mereka dibimbing untuk
mengenal dan mencintai buku, mendekatkan mereka kepada bacaaan.
“Kelak akan selalu mengingat dan akan lekat
dalam pikirannya bahwa membaca, menulis adalah sebuah kemampuan khusus yang
tidak dimiliki setiap orang, namun sesungguhnya bisa diperoleh oleh semua
orang,” katanya.
Dukungan pengembangan literasi di sekolah
tersebut juga diberikan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Agam. Sebuah
mobil perpustakaan keliling hadir di SDN 10 Sangkir, membawa banyak buku
bacaaan. Langsung diserbu murid sekolah tersebut.
Bermain Sambil Belajar
Zhilan Zhalila memanfaatkan pertemuan dengan
murid kelas III, IV dan V. Ia menghadirkan format bermain sambil belajar.
Dibagi dalam empat sesi. Pertama, nonton bareng. Ia menampilkan film kartun,
kemudian setelah ditonton bersama, dimintai tanggapan mereka. Pada sesi ini,
banyak yang malu, belum berani mengeluarkan pendapat.
Sesi kedua, semuanya diberi buku bacaan. Mereka
diberi waktu membaca bersama. Suasana tampak tenang. Semunya menikmati bacaan.
Satu persatu asyik dengan buku yang ada dalam genggaman mereka.
Format Materinya Keren
Pada sesi berikutnya, Zhilan Zhalila menggali
kemampuan mereka dengan caranya tersendiri. Tak hanya meminta semua peserta
menulis, tetapi juga tampil ke depan membacakan tulisan yang dibuat.
“Kami tidak menduga, capaiannya sangat luar
biasa. Jauh di luar ekspektasi kami di sekolah,” kata Yeni Yulfianti, disaat
menutup kegiatan.
Ia tak menduga, ternyata anak-anaknya mampu
menyelesaikan permainan yang dibawa Zhilan Zhalila. Tak hanya sekadar mengikuti
ajakan dan arahan, tetapi juga bisa memahami, menuliskan dan menyampaikannya
secara terang benderang.
Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Agam
diwakili Pustakawan Afni Nengsih S.S.I, memberikan apresiasi kepada Zhilan
Zhalila dan murid SDN 10 Sangkir.
“Materi dan format permainannya keren, anak-anak
juga fokus dan bisa mengikuti arahan yang diberikan pemateri,” katanya. *

No comments:
Post a Comment